Mahasiswa…

March 14, 2010 at 3:08 pm Leave a comment

Mahasiswa pada hakikatnya adalah insan akademis yang mempunyai pikiran dinamis. Pikiran yang akan terus menerus untuk mengetahui segala hal yang tidak diketahui baik itu yang ia sadari akan ketidaktahuannya atau tidak. Ini merupaka hal yang lumrah karena rasa ingin tahu (curiosity) lah yang mendorong tindakan tersebut. Menyandang predikat mahasiswa bagi sebagaian orang merupakan hal yang membanggakan baik itu karena dianggap sebagai intelektual muda yang selalu haus akan ilmu pengetahuan ataupun mungkin dianggap sebagai kaum muda yang berani membela kebenaran atas nama rakyat maupun yang lainnya. Atau mungkin juga terkenal karena dianggap sebagai kaum yang mempunyai materi yang berlebih mengingat pandangan di masyarakat sekarang-sekarang ini kalau pendidikan itu bagai barang lux, mewah karena mahal. Terlepas dari semua anggapan-anggapn masyarakat terhadap predikat mahasiswa, pada asasnya mahasiswa mempunyai suatu tanggung jawab tersendiri. Tanggung jawab terhadap ilmu pengetahuannya serta kepada masyrakat. Hal inilah yang masih tabu di kalangan mahasiswa sendiri.

Tanggung jawab implementasi berbagai ilmu pengetahuan yang ia peroleh selama proses belajar merupakan hal terpenting dari proses pendidikannya, karena ilmu tanpa perbuatan bagai sepiring makanan yang tak dimakan, lama kelamaan akan basi dan tak berguna. Inilah yang membuat ilmu menjadi terkikis karena tidak diamalkan. Selain terhadap ilmunya, mahasiswa juga mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat, di mana perannya sebagai agen perubahan menuntut untuk selalu melakukan terobosan baru dan berani demi terciptanya perubahan kearah yang lebih baik. Sehingga lingkungannya menjadi jauh lebih baik dan berdaya guna. Ketika membicarakan tanggung jawab kepada masyarakat, maka salah satu lingkungan masyarakat yang menjadi tanggung jawab mahasiswa yaitu kampusnya.

Penulis dan teman-teman yang masih berstatus sebagai mahasiswa perguruan tinggi negeri yang terkenal sebagai pencetak tenaga keguruan mempunyai tanggung jawab terhadap kampus kta ini. Tanggung jawab yang tidak mudah mengigat masih terbatas sekali kemampuan kita dalam mencoba mendedikasikan diri demi kemajuan UNJ dan ilmu pengetahuan. Akan tetapi di tengah keterbatsan kita masih terbuka lebar untuk selalu berusaha mewujudkan paran tersebut. Mahasiswa yang merupakan agen pendorong utama perubahan dalam memajukan kampusnya mempunyai bekal berupa ilmu pengetahuan yang ia miliki serta life skill yang mampu kita manfaatkan untuk lingkungan masyarakat, termasuk kampus.

Apa yang dapat kita berikan ke kampus ini merupaka sebuah pertnyaan perenungan yang hanya dapat dijawab diri sendiri. Kita barangkali mengatakan bahwa dedikasi yang dapat kita berikan yaitu sebuah PRESTASI. Sebuah jawaban yang dapat dibetulkan dan dapat pula disangsikan. Prestasi merupakan suatu hal pencapaian atas tujuan tertentu dimana setelah melalui proses pengevaluasian. Bagi sebagai orang serta mahasiswa, prestasi selau dilekatkan dengan keberhasilan atas suatu persaingan atau kompetisi yang diperoleh seseorang. Jadi mahasiswa yang berprestasi itu ya mahasiswa yang memenangkan suatu kompetisi dan membawa suatu simbolik atas kemenangannya. Inilah yang dikatakan mahasiswa yang sudah berdedikasi untuk kampus sehingga nama kampusnya terkenal di eksternal kampusnya. Pandangan ini ada benarnya, akan tetapi apakah yng dinamakan prestasi itu hanya seperti itu. Hanya stigma yang mengatkan prestasi identik dengan piala, trophy, sertifikat, dan sejenisnya. Tentu tidak, karena kita dapat memajukan kampus kita dengan berprestasi tetapi dengan cara dan sudut pandang lain.

Prestasi cara lain yang mungkin kita lakukan yaitu prestasi akan diri kita sendiri, bagaimana diri kita mampu berdaya guna di tengah keterbatasan. Yaitu dengan menjadikan sikap kita BERMANFAAT bagi lingkungan kita. Jack Foster pernah mengatakan cara mengubah dunia yaitu dengan mengubah sikap diri kita. Sebagai insan akademis, salah satu cara yang dapat kita laukukan yaitu menumbuhkembangkan sikap kepekaan sosial kita. Sikap bagaimana kita dapat melihat secara jernih dan nyata realita sosial yang ada dan kemudian mencoba terjun ke sana demi memperbaiki atau mengembgkan struktur sosial yang ada. Sebagai contoh, ketika realita sosial yang ada mengatakan jika banyak anak-anak jalanan ternyata putus sekolah maka jiwa kita atau kepekaan sosial sebagai insan akademis harus dapat tersentuh sehingga lahirlah kesempatan untuk mencoba membangun taman-taman belajar yang dapat membantu mereka. Inilah suatu prestasi dengan memanfaatkan potensi yang kita punya sehingga dapat memajukan secara tidak langsung kampus kita. Nilai-nilai simbolik tidak diberikan berupa piala ataupun trophy lainnya tetapi berupa nilai senyum kebahagiaan mereka dan rasa bangga kita. Prestasi dibangun dengan mencurahkan totalitas kemampuan yang ada bukan atas status sosial.

Akan tetapi sekarang ini minim sekali mahasiswa yang mau berprestasi seperti ini. Apa sebab? Mereka mungkin terlalu sibuk dengan urusan akademisnya. Atau penyebab lainnya mungkin sudah minimnya sekali ideologi yang ada di kaum muda sekarang. Mereka terlalu sering dicekcoki dengan paham-paham pragmatis dan hedonis yang jauh sekali dari nilai-nilai kepekaan sosial bahkan mungkin mereprensif. Media massa yang sering mengangkat miniatur kehidupan pop-glamor semakin mengurung rasa kepekaan dan ideologi kita. Sehingga lahirlah kaum-kaum muda yang apatis terhadap realita sosial. Minimnya gerakan mahasiswa dengan membawa ideologinya inilah yang membuat jarang prestasi-prestasi terimplementasikan. Mengapa ideologi begitu penting? Hal ini karena ideologilah yang menjadi landasan berpijak dan pembentuk mindset seorang karena ia meyakini kebenaran dari substansi ideologi itu.

Minimnya prestasi yang dikarenakan rendahnya idealisme yang dimiliki mahasiswa mendorong perlunya kita untuk membangun kembali tradisi intelektual di lingkungan kampus kita. Tradisi yang mampu membentuk kembali karakter mahasiswa sebagai insan akademis secara paripurna. Tradisi ini bukan melulu hanya tradisi membaca, menulis, berdiskusi ataupun lainnya, tetapi juga bagaimana dapat membangun nilai-nilai kepekaan sosial yng mulai luntur di kalangan kita sebagai mahasiswa. Sehingga nantinya kita mempunyai posisi dan peran aktif demi kemajuan kampus dan bangsa kita.

Tulisan ini merupaka refleksi akan pentingya KEPEKAAN SOSIAL dan IDEALIS. Semoga apa yang ditulis dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , .

Pahlawan.. Pemuda, Ideologi dan Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Kajian.Net

Selamat datang kawan, blog sederhana ini berisi sedikit tulisan dari gagasan pribadi dan informasi yang mungkin bisa bermanfaat.

Recent Posts

Jumlah pengunjung

  • 81,561 visitor

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: