Penggunaan Ibid, Op.Cit., dan Loc.Cit.

July 9, 2011 at 3:04 pm Leave a comment

Oleh: Zulfikri

Banyak yg tanya soal penggunaan ketiga itu di catatan kaki, ane coba jawab di sini. Maaf kalo masih ada salah cz juga masih belajar, hanya sekedar membantu dan sharing ilmu agar lebih bermanfaat. Ok kita mulai..

I. Ibid.

- cara penulisannya  miring, kaya gini -> Ibid.

- Dipakai buat menulis/merujuk kepada sumber catatan kaki yg berada TEPAT DI ATASNYA

- Sumber yang dirujuk yaitu buku, jurnal, makalah ilmiah, dan semua jenis sumber

- Contoh:

1. Giddens, The Third Way, Jakarta: Gramedia, 2003, hlm. 3.

2. Ibid.

3. Ibid., hlm. 16

Jadi pada contoh di atas pertama kita mengutip dari buku Giddens di halaman 3, kemudian pada saat kita sedang menulis eh kita mengutip lagi yg ada di buku Giddens tapi halamannya masih sama (di halaman 3 tadi), jadi yg kedua kita tinggal pakai Ibid. Setelah itu kita menulis lagi kemudian kita kutip lagi dari tuh buku Giddens, tapi sekarang kata-kata yg kita kutip itu ada di halaman 16 dari buku Third Way itu, jadi pas yg ketiga tetap boleh kita tulis ibid lagi tapi kemudian ditambah halaman 16 (halaman yg kita kutip td).

Kita lihat penggunaan Ibid di atas, kita pake ibid karena TIDAK ADA SUMBER LAIN YG MENYELINGINYA (bahasa enaknya gak ada yg nyelak). Jadi kutipan 1,2,3 karena kita masih satu sumber buku yaitu GIddens, ya jadi kita pake ibid saja. Dan satu lagi, Ibid ini boleh dipake qo buat selain buku, jadi jurnal, makalah, dll boleh ASAL TIDAK ADA SUMBER YG MENYELINGINYA, ok.

II. Op.Cit.

- cara penulisannya  miring,  kaya gini -> Op.Cit.

- Dipakai buat menulis/merujuk kepada sumber yg sudah dituliskan sebelumnya, bisa karena SUDAH DISELINGI dgn SUMBER LAIN

- Sumber yang dirujuk yaitu KHUSUS BUKU

- Penulisannya yakni: Nama pengarang, Op.Cit., hlm .

- Contoh:

1. Giddens, The Third Way, Jakarta: Gramedia, 2003, hlm. 124.

2. Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta: Gramedia, 2000, hlm. 20.

3. Giddens, Op.Cit., hlm 145.

4. Arif Satria, Ekologi Politik Nelayan, Yogyakarta: LKiS, hlm 13.

5. Giddens, Op.Cit., hlm. 16.

6. Soekanto, Op.Cit., hlm 17.

Pada contoh di atas pada catatan kaki nomor 3 kita pake Op.Cit. karena sumber giddens dipertama udah diselingin sumber lain (dalam kasus ini diselingi oleh buku SOekanto), maka penulisan di nomor tiga kita pake Op.Cit.

Kasus serupa juga ditulis di catatan kaki nomor 5 dan 6. Coba perhatikan dan rasakan bagaimana penggunaan Op.Cit. itu,, lihat selalu ada sumber lain yang menyelingi terlebih dahulu kan, jadi ga tepat di bawahnya.

III. Loc.Cit.

- Penulisannya -> Loc.Cit.

Khusus Loc.Cit. ini saya ga mau menjelaskan lagi,

INTINYA Loc.Cit PENGGUNAANNYA SAMA SEPERTI Op.Cit., TAPI KALAU Loc.Cit., ini khusus SUMBER SELAIN BUKU, jadi bisa jurnal, makalah, dan lainnya.

DAN JUGA PENGGUNAANNYA JIKA ADA SUMBER LAIN YG MENYELINGINYA

COntoh:

1. Zulfikri, “Involusi Perikanan”, jurnal Masyarakat, ed. III, 2020, hlm. 125.

2. Arif Satria, Ekologi Politik Nelayan, Yogyakarta: LKiS, hlm 13.

3. Zulfikri, Loc.Cit., hlm 135

4. Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta: Gramedia, 2000, hlm. 20.

5. Zulfikri, Loc.Cit., hlm. 136

Kita lihat sama bukan seperti Op.Cit., bedanya karena kita merujuk dari selain buku (jurnal, makalah, koran, dll) dan DISELINGI SUMBER LAIN, jadi kita pake Lo.Cit. deh

================================================

Contoh penggunaan catatan kaki yg kompleks:

1.Giddens, The Third Way, Jakarta: Gramedia, 2003, hlm. 124.

2. Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta: Gramedia, 2000, hlm. 20.

3. Giddens, Op.Cit., hlm 145.

4. Arif Satria, Ekologi Politik Nelayan, Yogyakarta: LKiS, hlm 13.

5. Ibid.

5. Giddens, Op.Cit., hlm. 16.

6. Zulfikri, “Involusi Perikanan”, jurnal Masyarakat, ed. III, 2020, hlm. 125.

7. Ibid, hlm. 133.

6. Soekanto, Op.Cit., hlm 17.

8. Alvin So, Teori Perubahan SOsial, Jakarta: LP3ES, 2000, hlm. 8.

9. Zulfikri, Loc.Cit., hlm. 136

10. Alvin So, Op.Cit.

COBA PERHATIKAN DAN RASAKAN..

===================================================

OK sampai sini smg kawan2 ngerti. Jika ada pertanyaan mari kita saling mendiskusikan.

SEKIAN TRIMS

About these ads

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , , .

Inikah wajah Avanza – Xenia baru ? Feminisme Multikultural dan Global

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Kajian.Net

Selamat datang kawan, blog sederhana ini berisi sedikit tulisan dari gagasan pribadi dan informasi yang mungkin bisa bermanfaat.

Recent Posts

Jumlah pengunjung

  • 87,622 visitor

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: